Strategi Baru Pengelolaan Situs
eLearning Gratis
Romi Satria Wahono
romi@romisatriawahono.net
http://romisatriawahono.net
Lisensi Dokumen:
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari IlmuKomputer.Com.
Masih segar dalam ingatan kita ketika beberapa waktu yang lalu, Kementrian Komunikasi dan Informasi
bersama-sama dengan komunitas telematika Indonesia meluncurkan satu konsep bulan telematika atau
ICT (Information and Communication Technology) month yang akan jatuh pada bulan Agustus tahun
2003. Tujuan utamanya adalah usaha sosialisasi aplikasi teknologi informasi dan komunikasi dalam
memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia.
Menyambut bulan telematika ini, penulis ingin mengajak menengok kembali salah satu manfaat teknologi
informasi dalam mencerdaskan anak bangsa melalui situs belajar dan mengajar di Internet.
Situs belajar dan mengajar dengan menggunakan web dan internet sebenarnya bukanlah barang baru,
bukan juga ide ataupun pemikiran baru. Konsepsi dan jargon yang bernama WBT (web based training),
eLearning, web based teaching and learning, web based distance education, dsb. telah bertebaran sejak
era 15 tahun yang lalu di seluruh pelosok Internet. Situs belajar mengajar (penulis menyebut dengan
eLearning) telah bermunculan dari yang gratis maupun yang komersial. Situs eLearning komersial
berkembang maju dan berlanjut, sedangkan situs eLearning gratis banyak yang terhenti di tengah jalan,
dengan alasan klasik yaitu masalah keuangan, karena kerja volunter, sekedar hobi, tidak diurus secara
professional, dsb. Situs eLearning gratis terus menurun jumlahnya, mungkin saat ini sudah sulit kita
jumpai situs eLearning gratis di Indonesia yang masih terkelola dengan baik. Pada tulisan ini penulis
mencoba memberikan usulan strategi baru pengelolaan situs belajar dan mengajar (eLearning) gratis di
Indonesia.
Latar Belakang dan Kesempatan
Latar belakang pemikiran ini adalah bahwa biaya pendidikan, training, dan kursus dalam berbagai bidang
ilmu di indonesia semakin bertambah mahal. Beberapa universitas negeri bahkan telah mereposisi diri
menjadi BHMN (Badan Hukum Milik Negara), yang membawa efek biaya pendidikan yang semakin
mencekik leher rakyat. Disisi lain teknologi informasi khususnya Internet telah berkembang pesat dan
bisa dinikmati rakyat sampai ke pelosok Indonesia. Warnet sudah ada dimana-mana, beberapa alternatif
sambungan Internet juga marak, misalnya adanya koneksi Internet dengan RT-RW Net yang dipelopori
Onno W Purbo, dsb.
Kalau kita mau menganalisa secara positif, keadaan ini adalah satu celah dan kesempatan yang memberi
nyawa baru kepada situs eLearning gratis untuk hidup dan bergerak. Peran serta situs eLearning gratis
telah ditunggu jutaan anak bangsa, yang mungkin harus rela tidak bisa melanjutkan sekolah. Atapun harus
bersekolah di universitas dan sekolah tinggi berkualitas rendah, yang semua itu hanya karena masalah
mahalnya biaya pendidikan. Mau tidak mau harus kita akui bahwa dalam kondisi masyarakat dan bentuk
negara kepulauan seperti Indonesia, apabila infrastruktur memadai konsep pembelajaran berbasis internet
adalah solusi handal yang murah, mudah dan aplikable. Di sisi lain, diharapkan para akademisi dan juga
pengusaha Indonesia tergugah untuk menengok kembali kepada pengembangan situs eLearning gratis
sebagai satu bentuk usaha yang tetap menguntungkan, dalam bingkai idealisme mencerdaskan kehidupan
anak bangsa.
Seiring dengan hebohnya jargon ICT month, merupakan tugas komunitas telematika dalam berinovasi memberi solusi nyata ke masyarakat berupa strategi baru misalnya berhubungan dengan pengembangan dan pengelolaan situs eLearning gratis.
Permasalahan Yang Ada
Penulis mencoba memfokuskan diskusi ke pemikiran strategi atau bahkan suatu bisnis model baru khususnya untuk pengembangan situs eLearning gratis. Adalah suatu hal yang baik apabila kita memulai diskusi ini dengan melihat kebelakang permasalahan pada situs eLearning gratis yang ada. Dari hasil pengamatan selama ini, beberapa masalah yang rata-rata melanda situs eLearning gratis di Indonesia adalah sebagai berikut.
1. Konsep dan agenda program yang tidak tersusun dengan baik dan jelas, cenderung asal jadi dan
keberlanjutan program tidak mendapatkan porsi penting.
2. Pendesainan web dan pengelolaannya tidak dikerjakan secara profesional.
3. Tidak dilakukan update yang kontinyu, padahal ini adalah nyawa dari sebuah situs eLearning. Tanpa
konsistensi update, situs kita akan ditinggal pengguna/pembaca.
4. Tema dan materi yang disajikan tidak terpadu dan komprehensif, tidak ada materi andalan, materi
ditampilkan apa adanya tanpa editing dan layouting.
5. Para penulis dan juga pengelola tidak termotivasi untuk berkontribusi lebih lanjut, dikarenakan tidak
ada penghargaan, income atau side effect dari keaktifan mengelola dan menulis
Menuju Strategi Baru Pengelolaan
Pemikiran ini didukung oleh studi kasus proyek pengembangan IlmuKomputer.Com
(http://ilmukomputer.com), yaitu situs yang
menyediakan materi dan kuliah gratis berbahasa
Indonesia. Saat ini situs eLearning gratis
IlmuKomputer.Com telah mencapai hit harian (daily
hits) puluhan ribu, dan diakses dari pengguna dengan domain-domain universitas di Indonesia (ITB, UI, UGM, ITS, berbagai STIK, dsb.). IlmuKomputer.Com juga telah di indeks dan direview oleh puluhan search engine dunia maupun Indonesia.
Disamping menjalin kerjasama dengan beberapa
organisasi dan komunitas TI Indonesia di dalam dan luar
negeri, beberapa penerbit buku di Indonesia juga telah
berencana untuk menerbitkan dalam bentu buku
beberapa kuliah berseri di IlmuKomputer.Com.
Penulis mencoba mensarikan berbagai pemikiran dan konsep yang digunakan dalam manajemen situs eLearning gratis IlmuKomputer.Com.
1. Melakukan Survey, Menyusun Agenda Umum, Rencana ke Depan, dan Mulai Mengelola Situs
eLearning Gratis
Agenda umum dan grand design ke depan harus disusun terlebih dahulu. Lakukan pendataan dan
analisa matang terhadap “bidang apa” yang akan dikerjakan, “siapa pengguna”, “siapa penulis”,
dan “rencana jangka pendek dan panjang”. Lakukan survey terhadap komunitas yang bidangnya
akan kita garap, ini bisa dilakukan melalui situs komunitas, mailing list/milis (di yahoogroups.com
atau di server lain). Idealnya, seorang pengelola situs eLearning adalah orang yang memiliki
kompetensi inti pada bidang tersebut, meskipun tidak menutup kemungkinan sistem kolaborasi
dengan pakar pada bidang yang akan kita garap. Buat prototipe dan mulai lakukan pendesainan awal situs. Jangan terlalu memperberat situs dengan image atau animasi yang tidak perlu. Sederhana tapi menarik adalah resep dasar pendesainan web.
2. Menyajikan Tema dan Materi Terpadu dan Komprehensif, Materi Dibuat Semenarik
Mungkin
Persiapkan tema materi yang komprehensif, dari pengenalan bidang sampai tingkat lanjut.
Persiapkan materi andalan, dimana pengguna tidak bisa mendapatkan dari situs lain (strategi anti
kerumunan). Sajikan materi semenarik mungkin, hias materi dengan image yang ringan namun
menawan, membuat pengguna betah membaca tulisan dan mengunjungi situs. Tawarkan kepada
individu-individu yang kompeten dan aktif berdiskusi dan menulis di komunitas (situs atau milis)
tersebut untuk berkontribusi menulis. Tulisan dari figur individu dan tokoh di milis akan membawa
side effect dan menarik penulis lain untuk berkontribusi ke situs eLearning kita. Apabila masih sulit
mendapatkan tulisan, awali dengan daur ulang tulisan-tulisan menarik yang ada.
3. Kenalkan Situs Tersebut ke Berbagai Komunitas Yang Berhubungan, Daftarkan ke Search
Engine Dunia maupun Indonesia
Daftarkan diri ke milis komunitas, masuk dan aktif diskusi dengan tema yang ada. Perkenalkan proyek situs eLearning gratis kita, dan usahakan dia menjadi isu diskusi di dalam milis komunitas. Lakukan gerilya dan ajakan mengunjungi dan berkontribusi menulis ke individu maupun komunitas secara umum. Dan jangan lupa mengirimkan update materi secara kontinyu. Daftarkan ke search engine dunia (google.com, yahoo.com, altavista.com, dsb) maupun indonesia (searchindonesia.com, catcha.com, indocenter.co.id, dsb.) untuk menangkap pengguna yang melakukan pencarian dan penjelajahan lewat search engine tersebut.
4. Pikirkan Strategi untuk Mendapatkan Pemasukan Dana
Bagaimanapun ini adalah faktor cukup penting untuk menjaga kontinyuitas dan keberlangsungan proyek situs eLearning kita. Dengan pemasukan dana tersebut, kita bisa memberi reward uang ke penulis dan pengelola. Beberapa cara yang bisa kita tempuh dalam mendapatkan pemasukkan dana adalah dengan:
• membuka penawaran banner sponsor,
• melakukan penjajagan ke penerbit buku untuk
menerbitkan materi berseri di situs tersebut,
• kita bisa bergerak lebih jauh dengan membuka
training atau kursus di bidang yang kita garap.
Keunggulan kompetitif berupa materi dan
penulis yang kompeten mungkin modal
tersendiri untuk membuka usaha training ini.
Jadi untuk perspektif jangka panjang, kita bisa
pikirkan proyek situs eLearning ini sebagai cikal
bakal perusahaan penerbitan buku, perusahaan
sertifikasi keahlian, perusahaan training dan
konsultan, dsb.
5. Harus Ada Satu atau Dua Orang yang Berkonsentrasi untuk Mengelola, Mengkoordinir dan
Mendapatkan Pemasukan Tetap dari Situs eLearning Gratis Kita
Kita bisa belajar dari kisah sukses perjuangan Paul J Deitel dan Harvey M. Deitel sebagai penulis
buku yang sangat produktif dan kemudian mendirikan perusahaan Deitel & Associates, Inc. Situs
eLearning kita disamping memberi materi pembelajaran kepada pengguna dan pembaca, diharapkan
juga dapat membuka lowongan kerja dan pemasukkan bagi para penulis. Para penulis yang tertarik
dan berkonsentrasi untuk produktif menulis bisa kita beri kesempatan untuk mengelola penuh situs
eLearning gratis tersebut. Versi lengkap dari tulisan-tulisan berserinya bisa diterbitkan dalam bentuk
buku. Sehingga penulis bisa mendapat income dengan bekerja sebagai penulis, trainer, atau usaha
lain yang dilakukan.
6. Manajemen Yang Baik Terhadap SDM (Penulis, Pengelola) dan Pembaca
Jangan lupakan manajemen SDM yang ada, baik itu pengelola, penulis maupun pembaca. Pada saat
belum bisa memberi reward uang kepada penulis, beri reward dengan penulisan kolom pengenalan
penulis. Beri motivasi terus kepada penulis dan pengelola untuk selalu produktif. Menjaga hubungan dengan pembaca dan penguna situs kita bisa dilakukan dengan adanya forum diskusi, milis, buku tamu, dsb. Usahakan pembaca mempunyai keterikatan dengan kita. Apabila dana memungkinkan, lakukan perlombaan menulis atau program beasiswa kepada mahasiswa/pelajar tidak mampu yang mau produktif menulis di situs eLearning gratis kita.
Tiada keberhasilan tanpa kerja keras. Disamping mimpi, konsepsi dan gagasan, dituntut juga jiwa pioner,
berani berkorban dan kerja keras dalam mengimplementasikan hal-hal diatas. Penulis yakin bahwa
perjuangan mengembangkan eLearning gratis akan berefek ganda. Bagi pembaca merupakan wadah
gratis dalam belajar dan mendapatkan ilmu pengetahuan. Bagi penulis dan pengelola bisa sebagai saluran
menuangkan ekspresi diri, mengembangkan kompetensi inti keilmuan, dan juga sebagai sumber
pendapatan baru.
Knowledge based community (komunitas berbasis ilmu pengetahuan) tidak hanya tergantung kepada pemerintah tetapi juga kepada tangan-tangan kita, khususnya kepada komunitas TI untuk memberi solusi terbaik, murah, mudah dan bermanfaat untuk semua orang dari segala lapisan.
Selamat Datang di blog Widya Agustina PTI_UM'09
Tidak ada komentar:
Posting Komentar